KONSEP SISTEM KEPEMIMPINAN DALAM AL-QUR’AN
IRNAWATI:wirna6028@gmail.com.
ABSTRAK
Dalam tulisan ini, Mungkin bisa mengubah sudut pandang kita tentang sebuah aspek kehidupan yang tentu saja tidak pernah luput dari bagian hidup. Walaupun kadang sebagian orang menganggap itu hal yang sudah lumrah atau terlalu sering dibahas dan mungkin saja segelintir orang sudah bosan dengan itu.
Tulisan ini akan lebih membahas tentang seorang pemimpin.Jabatan ini bukan hanya disandang oleh pemimpin negara,komunitas,ataupun instansi-istansi apapun.Setiap orang adalah seorang pemimpin bagi dirinya sendiri terlepas dari apapun yang menaunginya. Setiap orang memiliki tanggung jawab terhadap dirinya sendiri.
Perspektif ini harus dipegang dan dipahami setiap orang agar hidupnya terarah dan bukan hanya mengikuti langkah orang lain yang jelas-jelas bertentangan dengan batinnya.Untuk mencapai yang namanya perdamaian tentu saja harus memiliki rasa berani untuk melangkah berbeda dengan orang lain.Kata kunci: Tulisan,kepemimpinan,perdamaian.
B.PENGANTAR
Islam adalah rahmatan lil Alamin.Segala sesuatu telah diatur dalam islam yang terkandung dalam kitab suci Al-qur’an sebagai pedoman seorang muslim dalam hidupnya. Bukan hanya mengatur tentang keseharian atau pedoman beribadah tetapi islam juga mengatur tentang sistem kepemimpinan.
Dibalik maraknya kasus tentang kasus penyalahgunaan kewenangan yang banyak dilakukan para pemimpin baik ditingkat awal maupun tingkat paling atas itu sudah sering menjamu mata dan telinga kita.tidak sampai disitu saja,bahkan kasus ini sering terjadi meskipun sudah banyak korban dari itu.
Tulisan ini mengajak kesadaran individu terhadap perlakuan sewenag-wenang yang merupakan tindak ketidakadilan bagi siapa saja yang telah memberikan kepercayaan lalu dilupakan bahkan tidak dianggap sama sekali.Bermodalkan pendidikan yang tinggi tidak menjadi bekal yang cukup bagi pemimpin. diperlukan pula spiritual yang tinggi agar bayangan tentang hari pegangangkatan dan disumpah dengan kitab suci itu menjadi tak sia-sia ditelan waktu.
Rasa tanggung jawab yang besar yang harus dimiliki bukan hanya rasa haus akan gelar dan jabatan.Agar perdamaian itu terealisasi dengan semestinya.
C.PEMBAHASAN
Sebagai orang yang beragama,tentu pendidikan kepemimpinan paling baik itu adalah yang telah diatur dalam Al-qur’an.Seorang pemimpin yang baik pasti memegang teguh aturan-aturan main dan larangan yang telah ditetapkan.
Ayat dan terjemahan
Istilah Kepemimpinan dalam Islam Di dalam Islam kepemimpinan identik dengan sebutan Kholifah yang berarti wakil atau pengganti. Istilah ini dipergunakan setelah wafatnya Rosulullah SAW namun jika merujuk pada firman Allah SWT
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّى جَاعِلٌ فِى ٱلْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوٓا۟ أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّىٓ أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Artinya: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS. Al-Baqarah: 30)
Kata khalifah dalam ayat tersebut tidak hanya ditunjukkan kepada para khalifah sesudah Nabi, tetapi juga kepada semua manusia yang ada dibumi ini yang bertugas memakmurkan bumi ini.
Kata lain yang dipergunakan yaitu Ulil Amri yang mana kata ini satu akar dengan kata Amir sebagaimana disebutkan diatas. Kata Ulil Amri berarti pemimpin tertinggi dalam masyarakat Islam.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat An Nisa’ ayat 59 yang berbunyi:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَٰزَعْتُمْ فِى شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” .(QS.AnNisa’:59)
Mufrodat(bahasa dan sastra)
Kepemimpinan berasal dari kata leadership dari asal kata to lead. Dan kata ini menjadi bahasa Inggris yang diindonesiakan karena sering digunakan dan terdapat di berbagai bidang kehidupan manusia. Dalam kata kerja to lead terkandung beberapa makna yang saling berhubungan erat, yaitu: bergerak lebih cepat, berjalan di depan, mengambil langkah pertama, berbuat lebih dulu, mempelopori, mengarahkan pikiran orang lain, membimbing, menuntun dan menggerakkan orang lain melalui pengaruhnya.
Definisi kepemimpinan secara etimology dapat diartikan sebagai berikut:
a. Berasal dari kata “pimpin” (dalam bahasa inggris lead) berarti bimbing atau tuntun. Dengan demikian didalamnya ada dua pihak yaitu yang dipimpin dan yang memimpin.
b. Setelah ditamba “Pe” menjadi pemimpin (dalam bahasa inggris leader) berarti orang yang mempengaruhi orang lain melalui proses kewibawaan komunikasi sehingga orang lain tersebut bertindak untuk mencapai teujuan tertentu.
c. Apabila diberi akhiran “an” menjadi pimpinan, artinya orang yang mengepalai. Antara pemimpin dengan pimpinan dapat dibedakan, yaitu pimpinan (kepala) lebih bersifat sentralistik, sedangkan pemimpin lebih demokratis.
d. Setelah dilengkapi awalan “ke” menjadi kepemimpinan (dalam bahasa inggris leadership) berarti kemampuan dan kepribadian seseorang dalam mempengaruhi serta membujuk pihak lain agar melakukan tindakan pencapaian tujuan bersama, sehingga dengan demikian yang bersangkutan menjadi awal struktur dan pusat proses kelompok.
Secara terminology, terdapat beberapa definisi tentang kepemimpinan. Pemimpin adalah orang yang dianut oleh orang banyak dalam mencapai tujuan bersama. Dengan demikian orang tersebut mempunyai wibawa, kekuasaan ataupun pengaruh (terjemah dari authority, power, influence).
Hadits terkait
Kesejahteraan rakyat adalah Tanggung jawab seorang pemimpin
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ عَلَيْهِمْ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
Ibn umar r.a berkata : saya telah mendengar rasulullah saw bersabda : setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya. Seorang kepala negara akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang isteri yang memelihara rumah tangga suaminya akan ditanya perihal tanggungjawab dan tugasnya. Bahkan seorang pembantu/pekerja rumah tangga yang bertugas memelihara barang milik majikannya juga akan ditanya dari hal yang dipimpinnya. Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya (diminta pertanggungan jawab) darihal hal yang dipimpinnya. (buchary, muslim)
d.pendapat ulama/ahli
Beberapa ahli menjelaskan pengertian kepemimpinan, antara lain:
1) Mochtar Effendy dalam bukunya Manajemen Suatu Pendekatan Berdasarkan Ajaran Islam menyatakan: “kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk meyakinkan orang lain agar orang lain itu dengan sukarela mau diajak untuk melaksanakan kehendak atau gagasannya.”
2) Sondang P. Siagian dalam bukunya Filsafat Administrasi mengatakan: “Kepemimpinan merupakan inti dari manajemen, karena kepemimpinan merupakan motor penggerak bagi sumber-sumber dan alat-alat lainnya dalam suatu organisasi.”
3) Imam Suprayogo juga mengatakan: “kepemimpinan adalah proses mempengaruhi individu atau group untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu dalam situasi yang telah ditetapkan.”
4) Wasty Soemanto dan Hendyat Soetopo dalam bukunya yang berjudul Kepemimpinan dalam Pendidikan mengatakan: “kepemimpinan merupakan suatu fungsi dari pada interaksi manusia. Seseorang tidak dapat melaksanakan kepemimpinan seorang diri. Tindakan kepemimpinan harus mempengaruhi orang lain.”
Kandung Makna
Tulisan ini bukan hanya sekedar menjadi hiasan atau referensi bagi mereka yang sedang mencari apa itu kepemimpinan. tapi lebih mengarah kepada perspektif kita sebagai umat muslim yang menggunakan kitab suci sebagaimana fungsinya. Mengatur cara berperilaku dimasyarakat. mengetahiu peran pemimpin sebenarnya yang telah diatur oleh tuhan. Pemimpin bukan sembarang jabatan yang bisa didapatkan dengan mudah tetapi ada yang namanya Amanah dan kepercayaan dari masyarakat yang merupakan beban yang dipikul yang bisa saja seketika jatuh dan hancur jika salah menggunakan kekuasaan.Perdamaian yang menjadi cita-cit berubah menjadi Mimpi buruk beupa kesengsaraan.
Pesan-pesan pendidikan
1.Pemimpin itu dikenang setelahnya, Bukan pada saat Ia memimpin
2. Jangan mengeluh karena kekurangan dan keadaan,karena itulah yang akan menumbuhkan daya pikir kita sehingga terus berusaha menjadikan kekurangan sebagai kelebihan.
3. Tanpa ada kasus atau permasalahan,kawan-kawan tidak akan pernah belajar dan mendapatkan pengalaman yang luar biasa.
4. Tanpa anda memulai,anda tidak akan bisa jadi seorang pemimpin.
D. KESIMPULAN
Menjadi seorang pemimpin merupakan sebuah tanggung jawab yang besar. sebagai manusia, Tuhan telah menganugerahkan akal agar bisa berfikir dengan sehat dan normal. mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk. Muslim yang berpegang teguh kepada Al-qur’an dan sunnah telah mempunyai bekal yang sangat baik sebagaimana sabda nabi. Islam telah mengatur setiap sendi kehidupan. Mencari tahu apa makna pendidikan kepemimpinan dan bagaimana hal itu diatur dalam Al-qur’an sudah merupakan kewajiban terlebih lagi seorang yang dinobatkan menjadi pemimpin telah mengambil sumpah atas nama tuhan dan itu bukanlah hal yang main-main. Hiruk pikuk dunia bisa saja membuat lalai oleh karena itu dunia dikatakan sebagai penipu yang handal. Mari kita menyikapi setiap permaslahan atau hal yang terjadi dengan pandangan perspektif islam. Aturan Main dari tuahn. Tidak ada yang akan gagal jika yang mengendalikan kesuksesan dan perdamaian sajatelah sangat dekat dengan kita. salam sukses bagi pemimpin-pemimpin yang mungkin membaca blog ini.
DAFTAR PUSTAKA
Rivai,Veithzal.2004. Kiat Memimpin Abad ke-21. Jakarta: Raja Grafindo.
Suprayogo, Imam.2006.Reformasi Visi Pendidikan Islam.Malang: Aditya Media.
Syafi’I,inu kencana.2000. Al-Qur’an dan Ilmu Administrasi.Jakarta: Rineka Cipta.
Santoso,Budi.1984. Politik Penguasa dan Siasat Pemuda.Yogyakarta: Kanisius.
Efendy,Mochtar.1986. Manajemen Suatu Pendekatan Berdasarkan Ajaran Islam Jakarta: Bratara Karya Ilmiah.
Siagian,Sondang P.1985.Filsafat Administrasi.Jakarta: Gunung Agung.
Wasty Soemanto dan Hedyat Soetopo.1982. Kepemimpinan dalam Pendidikan.Surabaya: Usaha Nasional.
IRNAWATI:wirna6028@gmail.com.
ABSTRAK
Dalam tulisan ini, Mungkin bisa mengubah sudut pandang kita tentang sebuah aspek kehidupan yang tentu saja tidak pernah luput dari bagian hidup. Walaupun kadang sebagian orang menganggap itu hal yang sudah lumrah atau terlalu sering dibahas dan mungkin saja segelintir orang sudah bosan dengan itu.
Tulisan ini akan lebih membahas tentang seorang pemimpin.Jabatan ini bukan hanya disandang oleh pemimpin negara,komunitas,ataupun instansi-istansi apapun.Setiap orang adalah seorang pemimpin bagi dirinya sendiri terlepas dari apapun yang menaunginya. Setiap orang memiliki tanggung jawab terhadap dirinya sendiri.
Perspektif ini harus dipegang dan dipahami setiap orang agar hidupnya terarah dan bukan hanya mengikuti langkah orang lain yang jelas-jelas bertentangan dengan batinnya.Untuk mencapai yang namanya perdamaian tentu saja harus memiliki rasa berani untuk melangkah berbeda dengan orang lain.Kata kunci: Tulisan,kepemimpinan,perdamaian.
B.PENGANTAR
Islam adalah rahmatan lil Alamin.Segala sesuatu telah diatur dalam islam yang terkandung dalam kitab suci Al-qur’an sebagai pedoman seorang muslim dalam hidupnya. Bukan hanya mengatur tentang keseharian atau pedoman beribadah tetapi islam juga mengatur tentang sistem kepemimpinan.
Dibalik maraknya kasus tentang kasus penyalahgunaan kewenangan yang banyak dilakukan para pemimpin baik ditingkat awal maupun tingkat paling atas itu sudah sering menjamu mata dan telinga kita.tidak sampai disitu saja,bahkan kasus ini sering terjadi meskipun sudah banyak korban dari itu.
Tulisan ini mengajak kesadaran individu terhadap perlakuan sewenag-wenang yang merupakan tindak ketidakadilan bagi siapa saja yang telah memberikan kepercayaan lalu dilupakan bahkan tidak dianggap sama sekali.Bermodalkan pendidikan yang tinggi tidak menjadi bekal yang cukup bagi pemimpin. diperlukan pula spiritual yang tinggi agar bayangan tentang hari pegangangkatan dan disumpah dengan kitab suci itu menjadi tak sia-sia ditelan waktu.
Rasa tanggung jawab yang besar yang harus dimiliki bukan hanya rasa haus akan gelar dan jabatan.Agar perdamaian itu terealisasi dengan semestinya.
C.PEMBAHASAN
Sebagai orang yang beragama,tentu pendidikan kepemimpinan paling baik itu adalah yang telah diatur dalam Al-qur’an.Seorang pemimpin yang baik pasti memegang teguh aturan-aturan main dan larangan yang telah ditetapkan.
Ayat dan terjemahan
Istilah Kepemimpinan dalam Islam Di dalam Islam kepemimpinan identik dengan sebutan Kholifah yang berarti wakil atau pengganti. Istilah ini dipergunakan setelah wafatnya Rosulullah SAW namun jika merujuk pada firman Allah SWT
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّى جَاعِلٌ فِى ٱلْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوٓا۟ أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّىٓ أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Artinya: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS. Al-Baqarah: 30)
Kata khalifah dalam ayat tersebut tidak hanya ditunjukkan kepada para khalifah sesudah Nabi, tetapi juga kepada semua manusia yang ada dibumi ini yang bertugas memakmurkan bumi ini.
Kata lain yang dipergunakan yaitu Ulil Amri yang mana kata ini satu akar dengan kata Amir sebagaimana disebutkan diatas. Kata Ulil Amri berarti pemimpin tertinggi dalam masyarakat Islam.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat An Nisa’ ayat 59 yang berbunyi:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَٰزَعْتُمْ فِى شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” .(QS.AnNisa’:59)
Mufrodat(bahasa dan sastra)
Kepemimpinan berasal dari kata leadership dari asal kata to lead. Dan kata ini menjadi bahasa Inggris yang diindonesiakan karena sering digunakan dan terdapat di berbagai bidang kehidupan manusia. Dalam kata kerja to lead terkandung beberapa makna yang saling berhubungan erat, yaitu: bergerak lebih cepat, berjalan di depan, mengambil langkah pertama, berbuat lebih dulu, mempelopori, mengarahkan pikiran orang lain, membimbing, menuntun dan menggerakkan orang lain melalui pengaruhnya.
Definisi kepemimpinan secara etimology dapat diartikan sebagai berikut:
a. Berasal dari kata “pimpin” (dalam bahasa inggris lead) berarti bimbing atau tuntun. Dengan demikian didalamnya ada dua pihak yaitu yang dipimpin dan yang memimpin.
b. Setelah ditamba “Pe” menjadi pemimpin (dalam bahasa inggris leader) berarti orang yang mempengaruhi orang lain melalui proses kewibawaan komunikasi sehingga orang lain tersebut bertindak untuk mencapai teujuan tertentu.
c. Apabila diberi akhiran “an” menjadi pimpinan, artinya orang yang mengepalai. Antara pemimpin dengan pimpinan dapat dibedakan, yaitu pimpinan (kepala) lebih bersifat sentralistik, sedangkan pemimpin lebih demokratis.
d. Setelah dilengkapi awalan “ke” menjadi kepemimpinan (dalam bahasa inggris leadership) berarti kemampuan dan kepribadian seseorang dalam mempengaruhi serta membujuk pihak lain agar melakukan tindakan pencapaian tujuan bersama, sehingga dengan demikian yang bersangkutan menjadi awal struktur dan pusat proses kelompok.
Secara terminology, terdapat beberapa definisi tentang kepemimpinan. Pemimpin adalah orang yang dianut oleh orang banyak dalam mencapai tujuan bersama. Dengan demikian orang tersebut mempunyai wibawa, kekuasaan ataupun pengaruh (terjemah dari authority, power, influence).
Hadits terkait
Kesejahteraan rakyat adalah Tanggung jawab seorang pemimpin
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ عَلَيْهِمْ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
Ibn umar r.a berkata : saya telah mendengar rasulullah saw bersabda : setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya. Seorang kepala negara akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang isteri yang memelihara rumah tangga suaminya akan ditanya perihal tanggungjawab dan tugasnya. Bahkan seorang pembantu/pekerja rumah tangga yang bertugas memelihara barang milik majikannya juga akan ditanya dari hal yang dipimpinnya. Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya (diminta pertanggungan jawab) darihal hal yang dipimpinnya. (buchary, muslim)
d.pendapat ulama/ahli
Beberapa ahli menjelaskan pengertian kepemimpinan, antara lain:
1) Mochtar Effendy dalam bukunya Manajemen Suatu Pendekatan Berdasarkan Ajaran Islam menyatakan: “kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk meyakinkan orang lain agar orang lain itu dengan sukarela mau diajak untuk melaksanakan kehendak atau gagasannya.”
2) Sondang P. Siagian dalam bukunya Filsafat Administrasi mengatakan: “Kepemimpinan merupakan inti dari manajemen, karena kepemimpinan merupakan motor penggerak bagi sumber-sumber dan alat-alat lainnya dalam suatu organisasi.”
3) Imam Suprayogo juga mengatakan: “kepemimpinan adalah proses mempengaruhi individu atau group untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu dalam situasi yang telah ditetapkan.”
4) Wasty Soemanto dan Hendyat Soetopo dalam bukunya yang berjudul Kepemimpinan dalam Pendidikan mengatakan: “kepemimpinan merupakan suatu fungsi dari pada interaksi manusia. Seseorang tidak dapat melaksanakan kepemimpinan seorang diri. Tindakan kepemimpinan harus mempengaruhi orang lain.”
Kandung Makna
Tulisan ini bukan hanya sekedar menjadi hiasan atau referensi bagi mereka yang sedang mencari apa itu kepemimpinan. tapi lebih mengarah kepada perspektif kita sebagai umat muslim yang menggunakan kitab suci sebagaimana fungsinya. Mengatur cara berperilaku dimasyarakat. mengetahiu peran pemimpin sebenarnya yang telah diatur oleh tuhan. Pemimpin bukan sembarang jabatan yang bisa didapatkan dengan mudah tetapi ada yang namanya Amanah dan kepercayaan dari masyarakat yang merupakan beban yang dipikul yang bisa saja seketika jatuh dan hancur jika salah menggunakan kekuasaan.Perdamaian yang menjadi cita-cit berubah menjadi Mimpi buruk beupa kesengsaraan.
Pesan-pesan pendidikan
1.Pemimpin itu dikenang setelahnya, Bukan pada saat Ia memimpin
2. Jangan mengeluh karena kekurangan dan keadaan,karena itulah yang akan menumbuhkan daya pikir kita sehingga terus berusaha menjadikan kekurangan sebagai kelebihan.
3. Tanpa ada kasus atau permasalahan,kawan-kawan tidak akan pernah belajar dan mendapatkan pengalaman yang luar biasa.
4. Tanpa anda memulai,anda tidak akan bisa jadi seorang pemimpin.
D. KESIMPULAN
Menjadi seorang pemimpin merupakan sebuah tanggung jawab yang besar. sebagai manusia, Tuhan telah menganugerahkan akal agar bisa berfikir dengan sehat dan normal. mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk. Muslim yang berpegang teguh kepada Al-qur’an dan sunnah telah mempunyai bekal yang sangat baik sebagaimana sabda nabi. Islam telah mengatur setiap sendi kehidupan. Mencari tahu apa makna pendidikan kepemimpinan dan bagaimana hal itu diatur dalam Al-qur’an sudah merupakan kewajiban terlebih lagi seorang yang dinobatkan menjadi pemimpin telah mengambil sumpah atas nama tuhan dan itu bukanlah hal yang main-main. Hiruk pikuk dunia bisa saja membuat lalai oleh karena itu dunia dikatakan sebagai penipu yang handal. Mari kita menyikapi setiap permaslahan atau hal yang terjadi dengan pandangan perspektif islam. Aturan Main dari tuahn. Tidak ada yang akan gagal jika yang mengendalikan kesuksesan dan perdamaian sajatelah sangat dekat dengan kita. salam sukses bagi pemimpin-pemimpin yang mungkin membaca blog ini.
DAFTAR PUSTAKA
Rivai,Veithzal.2004. Kiat Memimpin Abad ke-21. Jakarta: Raja Grafindo.
Suprayogo, Imam.2006.Reformasi Visi Pendidikan Islam.Malang: Aditya Media.
Syafi’I,inu kencana.2000. Al-Qur’an dan Ilmu Administrasi.Jakarta: Rineka Cipta.
Santoso,Budi.1984. Politik Penguasa dan Siasat Pemuda.Yogyakarta: Kanisius.
Efendy,Mochtar.1986. Manajemen Suatu Pendekatan Berdasarkan Ajaran Islam Jakarta: Bratara Karya Ilmiah.
Siagian,Sondang P.1985.Filsafat Administrasi.Jakarta: Gunung Agung.
Wasty Soemanto dan Hedyat Soetopo.1982. Kepemimpinan dalam Pendidikan.Surabaya: Usaha Nasional.
Komentar
Posting Komentar